Sunday, September 30, 2012

Naskah Super Semar


saya ambil dari Sumber dan dari naskah super semar itu ada beberapa kejanggalan yang cukup menggelikan menurut saya, berikut komentar yang saya ambil dari sumber.

ini versi pemerintah ya? kalo iya, berarti ini palsu
---
Kabarnya SUPERSEMAR telah dilenyapkan oleh SOEHARTO yang tak tau diri itu…..
dalang dari G30S/Soharto adalah SOEHARTO Sendiri….
---
Menyikapi masalah ini hanya Soeharto dan Soekarnolah yang tahu jawabannya.
---
telitilah! CARI ! Tanda Tangan Bung Karno pd Naskah proklamasi, atau pada dokumen apapun yg ditanda tangani oleh Beliau. kemudian sejajarkan dgn naskah tsb diatas. org bodoh yg tdk bisa membedakan. ini slah satu yg menyebabkan byk sekali purnawirawan jend era orba menyesal dan mengutuk perbuatannya sendiri setelah tau bahwa naskah yg anda baca diatas itu adalah Naskah PALSU !! termasuk anda wahai Pena Soekarno.. Bego LO !
---
scan Supersemar yang tertera di buat pada tahun 1966 itu sudah jelas palsu.
bisa dilihat dari perbedaan besar – kecil huruf di surat itu. apakah pada tahun 1966 di Indonesia sudah ada komputer dan printer? hehehe …
seharusnya surat itu di buat dengan mesin ketik manual dan belum ada format untuk memperbesar atau memperkecil ukuran huruf sepeti yang ada di surat itu .. apalagi merubah format huruf menjadi “bold” atau tebal …
---
klo menurut sejarahnya (waktu sekolah dulu) SUPERSEMAR itu ditanda tangani di Istana Bogor…., di sini koq Jakarta 11 Maret 1966…, berarti naskah ini cacat hukum….., atau sudah di konsep di jakarta trus dibawa ke bogor trus disodorin….( setengah agak dipaksa gitu lho….) untuk ditanda tanganin …..
kira-kira gimanaa….?????
---
EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) itu dilaksanakan kapan sih???.. itu surat isinya kata2 lama campur kata2 baku..
“Djendral” “Jang” “Terdjaminja” klo ejaan lama seharusnya SUHARTO=SOEHARTO, SUKARNO=SOEKARNO.. Saya yakin presiden Soekarno yang keras kepala gitu tidak akan mau tandatangan surat resmi negara yang penulisan namanya ngga lengkap tanpa gelar.. IR.SOEKARNO…NO SURAT NGGA ADA. TEMBUSAN, LAMPIRAN ENTAH KEMANA.STEMPEL NEGARA…MANA…. surat RT/RW aja ada….
Siapa yang tau apa yang sebenarnya terjadi, hanya dia pelaku sejarah, dan Tuhan saja.
Best Regard
by @d_sasmita

Saturday, September 29, 2012

Selamat Untuk Kalian



Hari ini saya sangat bahagia, 3 orang teman saya akhirnya berhasil menaklukkan UNIKOM. Meraka Sigma, Sifa, dan Ghea. selamat untuk kalian.
Be Good.
 I Will Miss You All
by @d_sasmita

Mulai Berwirausaha dengan Sikap Mental Berbeda





KOMPAS.com - Ketika seseorang mulai berbisnis, tentu banyak ketakutan dan kendala yang dihadapi. Takut kehilangan kemapanan sebagai pegawai, yang sudah pasti terima gaji pada setiap bulan, takut kehilangan fasilitas dari kantor, hingga takut tidak dapat memenuhi kehidupan keluarga.

“Sebenarnya yang paling membuat orang tidak berdaya adalah mental,” ujar motivator dan wirausahawan Tung Desem Waringin.

Sikap mental ini sangat terkait erat dengan masa lalu seseorang. Dia bercerita, ada pegawai negeri yang sebenarnya hendak memulai berwirausaha, tetapi tidak berani memulainya. Selidik punya selidik, ayahnya yang pegawai pernah berwirausaha tetapi ditipu mitra bisnisnya dan akhirnya bangkrut. Sejak saat itu ayahnya mengatakan bahwa berwirausaha itu penuh risiko dan tidak menyenangkan, lebih baik menjadi pegawai karena akan menerima gaji tetap.

“Apa yang dia dengar, dia lihat dan dia rasakan sangat melekat pada benaknya. Sikap mental ini selalu menghambat dia untuk melangkah menjadi wirausahawan. Bagaimanapun dia mengikuti pelatihan, tidak akan membuatnya menjadi berubah menjadi wirausahawan sebelum hambatan mental itu dibongkar,” kata Tung lagi.

Bagaimana membongkar sikap mental ini ? Perubahan memang memerlukan proses. Proses ini berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. “Tetapi, perubahan itu akan terjadi jika ada alasan yang sangat kuat,” kata Tung.

Berbincang dengan diri sendiri

Perbincangan dengan diri sendiri (self talk) juga berpengaruh terhadap sikap mental seseorang. Jika salah mengarahkan, akan menjadi negatif dan malahan membuat tembok halangan menjadi lebih tebal lagi.

Pertanyaan seperti “Bagaimana kalau berusaha lalu bangkrut ?” itu merupakan pertanyaan yang biasa diajukan ketika seseorang mau berwirausaha. Pertanyaan ini dapat diubah menjadi “Apa ruginya jika tidak memulai bisnis dari sekarang ?” atau “Apa untungnya jika memulai bisnis dari sekarang ?” “Itu bisa dijawab, kalau memulai dari sekarang, jika bisnis gagal maka masih ada waktu untuk memperbaikinya, keuntungannya, jika bisnis berhasil, kesempatan untuk menikmatinya juga lebih panjang,” kata Tung yang juga pernah menutup beberapa bisnisnya karena prospeknya tidak baik.

Dia juga menekankan, sesama wirausahawan sebaiknya tidak menganggap wirausaha lain sebagai saingan yang harus dijegal. Sebaliknya, wirausaha lain harus dirangkul dan diajak bekerja sama untuk bersama-sama maju.

“Kesalahan yang sering saya amati adalah para wirausahawan ingin cepat mendapatkan untung dalam jangka pendek. Padahal, berusaha itu merupakan proses dan harus dilihat dalam jangka panjang. Orang yang sukses berbisnis mampu melihat keuntungan jangka panjang ketimbang jangka pendek,” kata Tung lagi.

Editor :
Erlangga Djumena

Source :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/29/05561211/Mulai.Berwirausaha.dengan.Sikap.Mental.Berbeda

Wednesday, September 26, 2012

Wanita Lain


Setelah 21 tahun menikah aku menemukan suatu cara baru untuk menjaga api cinta dan keintiman hubungankudan istriku tetap bernyala :

Akhir - akhir ini aku mulai mengencani seorang wanita lain.

Sebenarnya ini adalah gagasan istriku. "Kamu tau kamu mencintai dia," katanya suatu hari, membuatku terperangah. "Hidup ini begitu singkat. Kamu perlu menghabiskan waktu dengan orang yang kamu cintai."

"Tetapi saya mencintaimu," protesku.

"Saya tau kamu juga mencintainya, kan? barangkali kamu tak mempercayai saya, tetapi pikir kalau kalianberdua menghabiskan waktu bersama lebih banyak, hal itu akan membuat kita lebih dekat."

Seperti biasa Paggi benar.

Wanita lain itu yang atas dorongan istriku kukencani, adalah ibuku.

Chicken Soup
for the "women soul"

Friday, September 14, 2012

Choosing a Project and Writing Proposal - part 2


Preparing a Project Proposal
Merupakan hal yang wajar sebelum mengerjakan project anda harus menyiapakan proposal terlebih dahulu, untuk mengawali project yang anda kerjakan. Pada kondisi tertentu proposal dapat dijadikan sebagai kontrak kerja, namun dalam kondisi yang lain proposal dapat berubah tergantung terhadap cakupan project yang anda lakukan, dan selama hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas project yang anda kerjakan.
Saat memulai mengerjakan proposal perhatikan beberapa hal berikut ini:
  1. Penuhi semua persyaratan yang ada, setiap institusi memiliki pra-syarat untuk mengajukan proposal, penuhi hal – hal tersebut dan persiapkan baik – baik, karena hal ini akan sangat menentukan diterimanya proposal anda. Pada institusi tertentu tidak dipenuhinya pra-syarat maka hal tersebut akan berdampak terhadap ditolaknya proposal anda.
  2. Diskusikan dan biarkan orang lain meriview proposal anda.
Hal tersebut bukan hal paten yang harus dilakukan, namun sangat perlu diperhatikan. Hal yang perlu ada dalam proposal secara eksplisit dan secara implisit, yaitu:

Implicit Content
Secara umum dalam proposal anda harus tersirat ini dari kelima pokok hal, hal tersebut tidak dituliskan secara tersurat dalam bagian proposal, namun harus tergambar dalam ini yang ada dalam proposal.
  1. Introductionto the subject area. Hal ini akan menggiring pembaca (reviewer) kepada pokok bahasan yang akan anda kaji dalam proposal anda dan ide yang anda miliki, hal ini harus tersirat dalam keseluruhan konten yang ada dalam proposal anda.
  2. Current reaserch in the field. Hal ini mengidentifikasi bahwa anda mengkaji isu – isu yang sedang hangat dan sedang dikaji oleh pihak lain dan juga mengindikasikan bahwa kajian anda memiliki latarbelakang dan pondasi yang kuat.
  3. Identify the gap. Anda harus mampu menggali dan mengidentifikasi hal apa yang layak dikaji, dan dapat memilah hal yang layak dikaji dan harus memperhatikan apakah hal tersebut pantas dikaji dan tidak terjadi perulangan dalam project.
  4. Identify how your work fill in the gap. Mengkaji bagaimana dan apa yang akan dikerjakan, dan apa yang menjadikan hal yang anda kaji berbeda dari hal yang sebelumnya telah dikaji oleh orang lain dan apa kontribusi project yang akan anda kerjakan.
  5. Indentify risk and solution.  Hal ini juga menjadi perhatian bagi anda, karena jika tidak tepat mengendalikannya hal ini akan berdampak ditolaknya proposal yang anda ajukan.
Explicit Sections
Detail yang harus ada dalam proposal, dan biasanya hal ini ditentukan oleh jurusan masing – masing, jika tidak ada panduan khusus biasanya hal – hal ini yang umum ada dalam proposal.
  1. Title {judul}, Hal ini harus diperhatikan criteria sebuah title haruslah jelas dan tidak terlalu berbelit. Dan usahakan tidak menggunakan akronim.
  2. Aims and Objectives {maksud dan tujaun}, Maksud {aims}, mengidentifikasi apa hal apa yang ingin dicapai dalam project tersebut – dan mewakili semuanya. Tujuan {objectives} mengidentifikasikan hal – hal yang mengindikasikan secara spesifik apa saja yangmenjadi goal dari project tersebut. Maksud dan tujuan akan mengindikasikan apakah project yang anda kerjakan dapat dikatakan berhasil atau tidak.
  3. Expected outcomes/deliverables,Hal ini memberikan gambaran tentang hasil akhir yang diberikan dari project yang anda kerjakan. Dijelaskan bagaimana gambaran umum project.
  4. Keyword, Digunnakan untuk mengidentifikasi topic area yang anda ambil.
  5. Related research, Saat mengerjakan project pastikan memiliki referensi entah itu project terdahulu, atau referensi dari buku, jurnal atau paper. Hal ini sebagai gambaran untuk project yang anda kerjakan.
  6. Type of project, Perhatikan di ranah mana project anda, di research-based, development, evaluation, etc.
  7. Research question and hypotheses
  8. Methods, method disini bukan hal yang terkait dengan project anda, namun yang benar –benar digunakan di project anda.
  9. Resource requirement
  10. Project plan
Reviewing your proposal
Hal terpenting untuk yang harus dilakukan adalah mereview proposal, minta salah seorang atau lebih teman anda untuk mereview proposal anda. Check mungkin ada kesalahan kata, alur tulisan apakah sudah jelas.

Memilih Pembimbing
Untuk memilih pembimbing Perhatikan hal – hal berikut ini:
  1. What are their records int terms of students completions?
  2. What are their views on the management of students research – and, in particular, the supervisor’s role in it?
  3. How eminent are they in their specialisms?
  4. In addition to being knowledgeable about their subject, have they high competence in research methodology?
  5. How accessible are they likely to be?

Project in Computing and Information System - C W Dawson 2nd edition
maap kalo bahasanya agak ngawur :p
Lanjutan dari part 1

untitled


yes i am lost to no where
..............

Tuesday, September 11, 2012

Jaga Kualitas, Jangan Hanyas Kuantitas


Saya Berusaha mencari cara yang baik untuk menghindari ketika ketemu sales representative yang di balik kartu namanya ada embel - embel berbagai award yang dia terima sebagai juara penjualan. Yang paling saya hindari biasanya adalah salesman asuransi jiwa.

Karena banyak yang bekerja dengan imbalan seratus persen komisi, tanpa gaji, mereka biasanya agresif. Semua orang yang ditemui diposisikan sebagai target market. Dan mereka, para sales, biasa pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dengan membawa customer-nya.

Tentu perusahaan yang ditinggal akan kehilangan customer base. Beberapa orang yang bekerja di direct-selling juga sangat agresif mengejar - ngejar customer. Mungkin karena pelatihan yang very heavy di area motivasional.

Karena itu, saya acap kali mengingatkan, jangan mendidik staff penjualan over motivated, under strategized person. Tidak punya motivasi jelas salah. Tepi, terlalu banyak motivasi juga ada tidak baiknya.

Buat saya, orang yang mau bekerja dibidang sales mestinya bisa memotivasi diri sendiri. tidak perlu selalu berharap dimotivasi orang lain. Malah saking keterlaluan orang sales, kita sampai sering mendengar banyak yang menggunakan cara menghipnotis dalam bekerja.

Marketing masa kini mensyaratkan untuk memperlakukan customer sebagai pihak yang harus dihargai spiritnya. Karena itu, sales representative seharusnya menjadi manusia yang tidak hanya berusaha menambah customer secara kuantitas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas hubungan dengan customer.

Kalau customer merasa selalu mendapatkan personal growth dari hubungannya dengan seorang sales staff, dia akan terus melanjutkan hubungan baik. Kebanyakan customer relationship management atar CRM menggunakan model get-keep-grow. Get the right customer supaya customer retention-nya mudah.

Lantas, keep the good customer. Sebab tidak semua customers adalah pelanggan yang bener. Ada yang rewelnya minta ampun tapi sering lupa bayar. Ada juga yang selalu bad mouthing. Customer seperti ini tidak perlu dikelola. Jadi, kadang kala, customer is not always right.

Yang terahir, grow the best customer. Customers terbaik perlu tidak hanya di retain, tapi juga harus diajak beli produk lain. Bisa up-selling, cross-selling atau next selling.

Tapi, saya justru ingin mengajak Anda untuk berfikir terbalik. Sebagaimana diuraikan diawal, tujuan kita harus selalu grow customer. Tidak sekedar meng-grow ourselves. Kalau itu sudah ada, pekerjaan keep jadi jauh lebih mudah.

Dan dengan sendirinya, customer tersebut akan membantu kita untuk get the new and rught customer. Dan biasanya customer yang dikenalin, direkomendasikan atau diberi referensi oleh customer lama, itu adalah customer yang oke.

So, get the customer, keep and grow them. Tapi, cari [get] customer yang kira- kira bisa dipertahankan [keep] saja, lalu kembangkan [grow]. Biar penjualan berjalan dengan mantab dan berkelanjutan.

Bagaimana pendapat Anda?

Tulisan diambil dari 
koran Harian Jawapos Senin 10 September 2012
oleh : Hermawan Kartajaya